Tak Perlu Minum Air 8 Gelas Sehari

Rabu, 23 Desember 2009

Minum banyak air dipercaya sebagai menyehatkan. Tap sedikit sekali bukti yang mendukung pernyataan itu, sebuah tinjauan terhadap penelitian klinis tidak menemukan bukti kalau minum 8 gelas sehari – ini saran yang sangat popular - bermanfaat bagi orang sehat.

Air dipercaya punya buanyak manfaat, antara lain mencegah sakit kepala, membuang “ racun-racun “ yang berbahaya bagi tubuh, meningkatkan fungsi berbagai organ tubuh, dan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit. Namun , tak satupun dari pernyataan itu didukung oleh bukti ilmiah. Para penulis bahkan tidak menemukan satu penelitian pun yang membahas soal anjuran “ minum 8 gelas sehari “. Mereka juga tidak tahu dari mana asal-usul “ rumus sakti itu ”.

Dalam jurnal American Society of Nephrology edisi juni 2007 para peneliti menyatakan, sejumlah penelitian telah menemukan bukti bahwa banyak minum air putih membantu membersihkan ginjal dari natrium ( penimbunan natrium dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko penyakit hipertensi ), tapi fenomena itu tidak memilki makna klinis. Air juga membantu membuang urea dari tubuh, tetapi urea bukan racun.

“ saya ingin meringankan beban mereka yang sepanjang hari selalu membawa-bawa botol air agar bias minum banyak, “ kata Dr. Stanley Godfarb, yang juga penulis laporan itu serta guru besar kedokteran di Universitas Pennsylvania, AS. Padahal , “ dalam kondisi normal, minum banyak air putih tidak perlu “.

Nah, gimana tuh??? Minum banyak minum air putih kayaknya sih tidak ada ruginya, he he he he he!! Jadi, ya terusin aja ya…ckckckckck…..
READ MORE - Tak Perlu Minum Air 8 Gelas Sehari

Sukses adalah Pilihan Hidup

Minggu, 06 Desember 2009

"Kebebasan berarti memilih beban Anda." Eudora Welty

Suatu hari anak saya memilih beberapa jenis permainan puzzle,
semacam permainan menggabung-gabungkan potongan-potongan gambar.
Anak saya kemudian memilih jenis puzzle yang terdiri dari 1.000
keping potongan gambar. Setelah menentukan pilihan, mulailah ia
melaksanakan langkah-langkah menyusun keping demi keping puzzle.

Rupanya ia mempunyai strategi menyusun kepingan-kepingan gambar itu.
Mula-mula ia membuat kerangka gambar. Kemudian ia mengelompokkan
kepingan-kepingan itu berdasarkan warnanya. setelah itu barulah ia
menyusun atau meletakkan kepingan-kepingan tersebut pada tempat yang
semestinya.

Semakin banyak kepingan permainan itu, maka akan semakin sulit
dikerjakan. Sebenarnya ia bisa saja memilih jenis permainan puzzle
yang terdiri dari 5 keping, 6, keping dan seterusnya. Tetapi anak
saya sengaja memilih permainan yang terdiri dari ribuan keping. Ia
beralasan bahwa semakin sulit permainan akan menghasilkan gambar
yang lebih berwarna, bernuansa indah, dan lain sebagainya.

Selain memperhatikan anak saya bekerja menyusun potongan gambar itu,
saya juga sibuk berpikir. Jika tanggung jawab hidup semakin besar,
mungkin kehidupan ini terasa lebih berat. Namun bila tanggung jawab
tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka kehidupan inipun akan
terasa lebih berarti, menyenangkan, berwarna dan nikmat.

Hakekat pencapaian kesuksesanpun tidak berbeda. Sama seperti yang
dikatakan oleh Dwight D. Eisenhower. "The history of free men is
never written by chance but by choice, their choice. – Sejarah
seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan,
melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri," katanya. Hakekat
kesuksesan adalah pilihan kita sendiri.

Terserah diri kita, akan memilih tanggung jawab hidup yang lebih
besar ataukah sedikit? Jika mengambil tanggung jawab yang besar,
maka kehidupan akan terasa lebih sulit tetapi mendapatkan nilai
hidup yang lebih besar. Apakah kita ingin mendapatkan kehidupan yang
sukses dan berharga? Jika Anda benar-benar menginginkannya, ada
empat tanggung jawab yang paling mendasar dan menjamin keberhasilan
Anda.

Tanggung jawab yang pertama adalah bersikap jujur. Orang-orang yang
tulus dan jujur sangat mudah meraih kesuksesan bagi dirinya sendiri
sekaligus orang lain. Mengapa demikian? Karena sikap jujur
menjadikan kita mudah dipercaya orang lain. Selain itu, kita juga
akan semakin percaya diri berusaha mencapai sukses di masa depan.
Sebuah pepatah bijak mengatakan, "Confidence is the companion of
success. – Percaya diri merupakan pasangan dari kesuksesan."

Tanggung jawab selanjutnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih
sukses dan bermakna adalah kemauan untuk berbagi dengan orang lain.
Sadari satu prinsip bahwa `you reap what you sow' – Anda akan
memanen apa yang Anda tanam. Jika Anda memilih untuk hidup lebih
sukses, maka jangan pernah membiarkan diri Anda pelit untuk berbagi
dengan sesama.

"False happiness renders men stern and proud, and that happiness is
never communicated. True happiness renders kind and sensible, and
that happiness is always shared. – Kebahagiaan semu cenderung
menjadikan seseorang kejam dan sombong, dan kebahagiaan seperti itu
tidak akan pernah berarti. Kebahagiaan yang sesungguhnya menjadikan
seseorang baik hati dan peka, dan kebahagiaan seperti itu yang akan
sangat berharga dan bermakna tidak saja untuk diri sendiri," kata
Charles de Montesquieu.

Jika Anda berkeras untuk memilih kehidupan yang lebih sukses, maka
tanggung jawab yang harus Anda laksanakan berikutnya adalah giat
bekerja. Sejarah lebih banyak membeberkan fakta bahwa upaya yang
bersungguh-sungguh selalu mewarnai dinamika kehidupan mayoritas
orang-orang sukses di dunia ini. Bila Anda berkomitmen untuk bekerja
keras berarti Anda sudah memastikan pada pilihan kehidupan yang
lebih sukses.

Giat dalam arti mengerjakan pekerjaan yang benar, bukan pekerjaan
yang kita sukai. Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang sangat
berharga bukan hal yang hanya bisa kita gunakan untuk hidup,
melainkan untuk hidup dengan benar. "What most counts is not to
live, but to live aright," katanya. Bila Anda memilih untuk
melakukan hal-hal yang benar, berarti Anda sudah memilih kehidupan
yang sukses dan penuh integritas.

Sukses atau gagal adalah hasil dari apa yang kita pilih. "Events,
circumstances, etc., have their origin in ourselves. They spring
from seeds which we have sown. – Setiap kejadian, keadaan yang
sedang kita alami, dan lain sebaginya…, kembali kepada diri kita
sendiri. Semua itu berasal dari benih yang sudah kita tanam," kata
Henry David Thoreau. Apakah Anda memilih untuk hidup sukses,
bahagia, dan bermakna dengan melaksanakan tanggung jawab seperti
yang diuraikan diatas, ataukah sebaliknya? Semua pilihan ada di
tangan Anda sendiri.

Sumber: Sukses adalah Pilihan Hidup oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah
penulis buku-buku best seller, seorang motivator, dan pengusaha.




READ MORE - Sukses adalah Pilihan Hidup

Sulitkah Menjadi yang Terbaik?

Jumat, 04 Desember 2009

Sulitkah menjadi yang terbaik? Untuk menjadi yang terbaik, segalanya dimulai dari diri Anda sendiri. Bagaimana caranya?
1. Setiap kali Anda masih dapat bangun pagi, itu adalah suatu kesempatan besar. Ingatlah bahwa tidak semua orang dapat bangun pagi dengan badan segar. Banyak orang yang tidak dapat bangun dari tidurnya. Bersyukurlah atas anugerah yang Anda dapatkan. Rasa syukur itu dapat Anda wujudkan dengan berdoa dan sebuah janji dalam hati untuk melakukan yang terbaik pada hari ini.
2. Dengan janji yang telah Anda tetapkan, itu berarti Anda telah membangkitkan semangat dalam diri sendiri. Segala sesuatu akan Anda pandang positif dan kesempatan terbuka lebar bagi Anda.
3. Buatlah agenda mengenai apa yang akan Anda kerjakan hari ini. Jika Anda tidak terbiasa dengan membuat agenda, setidaknya catatlah hal-hal pokok yang dapat Anda kerjakan.
4. Sebelum Anda beristirahat pada malam hari, catatlah hal-hal yang telah Anda lakukan. Hal-hal yang telah Anda lakukan itu adalah "prestasi" yang telah Anda buat sepanjang hari ini. Kegagalan atau kesulitan yang Anda hadapi adalah "hal baru yang dapat Anda pelajari," bukan suatu masalah yang tak ada jalan keluarnya.
5. Serahkanlah semua yang Anda alami hari ini kepada Tuhan. Percayalah bahwa Dia telah merencanakan segala sesuatu dengan baik.
Jangan lupa, Anda perlu menularkan semangat Anda untuk "menjadi yang terbaik" kepada orang-orang di sekitar Anda. Hal itu selain dapat membantu orang lain, akan sangat membantu tugas-tugas Anda sehingga lingkungan sekitar Anda pun akan semakin baik pula




READ MORE - Sulitkah Menjadi yang Terbaik?

Titik Es Dalam Hati

Selasa, 01 Desember 2009

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia
sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung-jawab,tetapi dia mempunyai
satu kekurangan,yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya,
dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun boss
mereka, semuanya pergi dengan cepat sekali. Yang paling tidak sengaja
adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat
dibetulkan.

Nick berteriak, memukul pintu dengan keras,semua orang di kantor sudah
pergi merayakan ulang tahun bosnya,maka tidak ada yang mendengarnya.
Tangannya sudah merah kebengkak2an memukul pintu mobil itu, suaranya sudah
serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang
mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang
panjang.

Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir
dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak
segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan
tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan
surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. mereka membuka pintu
mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang
terbaring didalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong,tetapi
dia sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah,
listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dibuka, dalam mobil yang
besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan
adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja.Tetapi Nick malah mati
"kedinginan"!!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam
titik es di dalam hatinya.Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati,
bagaimana dapat hidup terus?

Percaya pada diri sendiri adalah sebuah perasaan hati.
Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu
saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang
jalan kurang lancar.

Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri sering langsung
memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga
kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses?

Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? untuk jadi lebih
mengerti kehidupan ini?

Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor dari luar,melainkan
hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri,
biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan
membantu...

READ MORE - Titik Es Dalam Hati

 
 
 

VIVAnews - SOROT

VIVAnews - BOLA

VIVAnews - NASIONAL

VIVAnews - BISNIS

VIVAnews - METRO

VIVAnews - DUNIA